Post Format

Jakarta, a Busy City

Leave a Reply

Saya jadi teringat Oktober tahun lalu ketika Firman, guide ketika saya ke Kepulauan Banyak di Aceh Singkil, berkunjung ke Jakarta. Firman ini anak pulau sejati memang. Saya menjemput dia ke rumah saudaranya di Lebak Bulus menggunakan taksi untuk dibawa jalan-jalan. Pengen nonton di bioskop katanya. Namun karena itu jam pulang kantor, jalanan macet sekali. Firman yang biasa di laut, mulai terdiam pucat setelah kami stuck di jalan selama hampir setengah jam. Sampai akhirnya dengan lemas dia bilang ke saya, kalau dia mual dan mohon ijin buat buka jendela taksi biar kena angin. Eh, ternyata ketika di buka, baru beberapa menit dia sudah ngeluh-ngeluh tambah mual dengan polusi jalanan Jakarta. Sepanjang sisa perjalanan, dia habiskan dengan mempertanyakan “Kok abang bisa sekali betah di Jakarta?”.

Advertisements

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s